TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian jantung
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewah karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang , tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom ) .
Fungsi jantung adalah memompa darah ke jaringan, menyuplai oksigen dan zat nutrisi lain sambil mengangkut karbondioksida dan sampah hasil metabolisme . Sebenarnya terdapat dua pompa jantung , yang terletak di sebelah kanan dan kiri . Keluaran jantung kanan didisstribusikan seluruhnya ke paru melalui arteri pulminalis, dan keluaran jantung kiri semuanya didistribusikan ke bagian tubuh yang lain melalui aorta. Kedua pompa itu menyemburkan darah secara bersamaan dengan kecepatan keluaran yang sama.
B. Cara kerja jantung
Kerja pemompaan jantung dijalankan oleh kontraksi dan relaksasi ritmik dinding otot. Selama kontraksi otot ( sistolik), kamar jantung menjadi lebih kecil karena darah disemburkan keluar. Selama relaksasi otot dinding jantung ( diastolic), kamar jantung akan terisis darah sebagai persiapan untuk penyemburan berikutnya. Jantung dewasa normal berdetak sekitar 60 – 80 kali per menit , menyemburkan sekitar 70 ml darah dari kedua ventrikel per detakan , dan keluaran totanya sekitar 5 L/menit . (2: 720)
Aktivitas listrik jantung terjadi akibat ion (partikel bermuatan Natrium, Kalium, Kalsium) bergerak menembus membrane sel. Perbedaan muatan listrik yang tercatat dalam sebuah sel mengakibatkan apa yang dinamakan potensial aksi jantung.
Pada keadaan istirahat, otot jantung terdapat dalam keadaan terpolarisasi, artinya terdapat perbedaan muatan listrik antara bagian dalam membrane yang ber- muatan negative dan bagian luar yang bermuatan positive. Siklus jantung bermula saat dilepaskannya impuls listrik, mulailah fase depolarisasi. Permeabilitas membrane sel berubah dan ion bergerak melintasinya. Dengan bergeraknya ion kedalam sel, maka bagian dalam sel akan menjadi positive. Kontraksi otot terjadi setelah depolarisasi. Sel otot jantung normalnya akan mengalami depolarisasi ketika sel-sel tetangganya mengalami depolarisasi. Depolarisasi sebuah sel system hantaran khusus yng memadai akan mengakibatkan depolarisasi dan kontraksi sel miokardium. Repolarisasi terjadi saat sel kembali ke keadaan dasar (menjadi lebih negative) dan sesuai dengan relaksasi otot miokardium.
Setelah influk natrium cepat ke dalam sel selama depolarisasi, permeabilitas membrane sel terhadap kalsium akan berubah, sehingga memungkinkan ambilan kalsium, yang terjadi selama fase plateau repolarisasi, jauh lebih lambat dari Natrium dan berlangsung lebih lama. Interaksi antara perubahan voltase membrane dan kontraksi otot dinamakan kopling elektro mekanikal.
Otot jantung tidak seperti otot lurik atau polos, mempunyai periode refraktori yang panjang pada saat sel tidak dapat distimulasi untuk berkontraksi. Hal tersebut melindungi jantung dari kontraksi berkepanjangan yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak.
Kopling elektomekanikal dan kontraksi jantung yang normal tergantung pada komposisi cairan interstitial sekitar otot jantung. Komposisi cairan tersebut pada gilirannya tergantung pada komposisi darah. Meke perubahan komposisi kalsium dapat mempengaruhi kontraksi serabut otot jantung. Perubahan konsentrasi kalium darah juga penting, karena kalium mempengaruhi voltase listrik normal sel. (2: 723-724)
C. Anatomi Fisiologi Jantung
Daerah di pertengahan dada diantara kedua paru disebut dengan mediastinum. Sebagian besar rongga mediastinum ditempati oleh jantung, yang terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut pericardium.
Pericardium melindungi permukaan jantung agar dapat berfungsi dengan baik. Ruangan antara permukaan jantung dan lapisan dalam pericardium berisi sejumlah kecil cairan, yang melumasi permukaan dan mengurangi gesekan selama kontraksi otot jantung.
Kamar Jantung, Sisi kanan dan kiri jantung, masing-masing tersusun atas dua kamar, atrium dan ventrikel. Dinding yang memisahkan kamar kanan dan kiri disebut septum. Ventrikel adalah kamar yang menyemburkan darah ke arteri. Fungsi atrium adalah menampung darah yang dating dari vena dan bertindak sebagai tempat penimbunan sementara sebelum darah dikosongkan ke ventrikel. Perbedaan ketebalan dinding atrium dan ventrikel berhubungan dengan beben kerja yang dibutuhkan oleh tiap kamar. Dinding atrium lebih tipis dari dinding ventrikel karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium untuk menahan darah dan kemudian menyalurkannya ke ventrikel. Karena vantrikel kiri mempunyai beban kerja yang lebih berat diantara dua kamar bawah maka tebalnya sekitar 2½ lebih tebal dibanding dinding ventrikel kanan. Ventrikel kiri menyemburkan darah melawan tahanan sistemis yang tinggi, sementara ventrikel kanan melawan tekanan rendah pembuluh darah paru.
Katup atrioventrikularis, Katup yang memisahkan atrium dan ventrikel disebut sebagai katup atrioventrikularis. Katup trikuspidalis, dinamakan demikian karena tersusun dari 3 kuspis atau daun, memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan. Katup mitral atau bikuspidalis (dua kuspis) terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri. Otot papilaris adalah bundle otot yang terletak di sisi dinding ventrikel. Korda tendinea adalah pita fibrosa yang memanjang dari otot papilaris ke tepi bawah katup. Berfungsi menarik tepi bebas katup ke dinding ventrikel. Kontraksi otot papilaris mengakibatkan korda tendinea menegang. Hal ini menjaga daun katup menutup selama sistolik, mencagah aliran balik darah.
Katup semilunaris, Katup antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis disebut katup pulmonalis, katup antara ventrikel kiri dan aorta disebut katup aorta.
Arteri koronaria adalah pembuluh darah yang menyuplai otot jantung, yang mempunyai kebutuhan metabolisme tinggi terhadap O2 dan nutrisi. Jantung menggunakan 70%-80% O2 yang dihantarkan melalui arteri koronaria. Arteri koronaria muncul dari aorta dekat hulunya di ventrikel kiri. Dinding sisi kiri jantung disuplai dengan bagian yang lebih banyak melalui arteri koronaria utama kiri, yeng kemudian terpecah menjadi dua cabang besar ke bawah (arteri desendens anterior sinistra) dan melintang (arteri sirkumfleksia) sisi kiri jantung. Jantung kanan dipasok oleh arteri koronaria dekstra.
Arteri koronaria adalah pembuluh darah yang menyuplai otot jantung, yang mempunyai kebutuhan metabolisme tinggi terhadap O2 dan nutrisi. Jantung menggunakan 70%-80% O2 yang dihantarkan melalui arteri koronaria. Arteri koronaria muncul dari aorta dekat hulunya di ventrikel kiri. Dinding sisi kiri jantung disuplai dengan bagian yang lebih banyak melalui arteri koronaria utama kiri, yeng kemudian terpecah menjadi dua cabang besar ke bawah (arteri desendens anterior sinistra) dan melintang (arteri sirkumfleksia) sisi kiri jantung. Jantung kanan dipasok oleh arteri koronaria dekstra.
Otot jantung, merupakan jaringan otot khusus yang secara mikroskopis mirip dengan otot lurik yang dibawah control kesadaran. Namun secara fungsional menyerupai otot polos karena sifatnya volunteer.
Sistem hantaran jantung, Kontraksi teratur dari atrium dan ventrikel yang terjadi secara metodis membangkitkan dan menghantarkan impuls listrik ke sel-sel miokardium. Nodus sinoatrial (SA) terlatak antara sambungan vena cava superior dan atrium kanan, adalah awal mula system hantaran dan normalnya berfungsi sebagai pace maker ke seluruh miokardium. Besar impuls yang dihasilkan 60-100 impuls/menit. Nodus Atrioventrikuler (AV) terletak di dinding atrium kanan dekat katup trikuspidalis menghasilkan impuls 40-60 impuls/menit. Setelah dari AV Node impuls dihantarkan melalui serabut otot halus (bundle his) yang berjalan di dalam septum yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri yang kemudian berakhir sebagai serabut pukinje. (1: 720-722)
D. Letak Jantung
Jantung berada di dalam torax, antara kedua paru-paru dan di belakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri dari pada ke kanan. Kedudukannya yang tepat dapat digambarkan pada kulit dada kita. Sebuah garis yang ditarik dari tulang rawan iga ketiga kanan, 2 cm dari sternum, ke atas ke tulang rawan iga kedua kiri, 1 cm dari sternum, menunjuk kedudukan basis jantung, tempat pembuluh darah masuk dan keluar.
Titik di sebelah kiri antara iga kelima dan keenam, atau di dalam ruang intercostals kelima kiri 4 cm dari garis medial, menunjuk kedudukan apex jantung, yang merupakan ujung tajam dari ventrikel. Dengan menarik garis antara dua tanda itu maka dalam diagram berikut ini, kedudukan jantung dapat ditunjukkan.
E. Batas-Batas Jantung
Ada empat ruang, atrium kanan dan kiri atas yang dipisahkan oleh septum intratrial, ventrikel kanan dan kiri bawah dipisahkan oleh septum interventrikular.
1. Batas atas, intercosta II sinister, yaitu 1cm di sebelah lateral tepi sternum,
- Batas bawah terletak pada intercostals V.
- Batas kanan terletak pada linea parasternalis dextra.
- Batas kiri, terletak pada linea midclavicularis sinistra.
F. Pemeriksaan fisis Jantung.
Jantung diperiksa secara langsung dengan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dinding dada. Pendekatan sistemik merupakan dasar pengkajian yang seksama. Inspeksi dilakukan pada prekordial penderita yang berbaring. Kemudian memperhatikan bentuk prekordial apakah normal, mengalami depresi atau ada penonjolan asimetris yang disebabkan pembesarab jantung sejak kecil. pada palpasi jantung, telapak tangan diletakkan diatas prekordium dan dilakukan perabaan di atas sel iga V. Impuls apical dapat diauskultasi pada ruang interkostal kiri pada garis medio klavikularis.
Impuls apical terkadang juga dapat dipalpasi . Normalnya terasa sebagai denyutan ringan , dengan diameter 1 – 2 cm. Teraba pada saat awitan bunyi jantung pertama dan berlangsung hanya setengah sistolik . Telapak tangan mula-mula digunakan untuk mengetahui ukuraan dan kualitasnya . Bila impuls apical lebar dan kuat , dinamakan sembulan (heave) atau angkat ventricle ke kiri.
Perkusi
Secara normal hanya batas jantung kiri yang dapat dideteksi pada perkusi. Memanjang dari medioklavikularis di ruang interkosta ketiga sampai kelima. Batas kanan terletak di bawah batas kanan sternum dan tidak dapat dideteksi . Pembesaran jantung baik ke kiri maupun yang ke kanan biasanya akan terlihat Perkusi tidak boleh dilakukan kecuali bila pemeriksaan menentukan pergeseran impuls apical dan mencurigai pembesaran jantung.
Auskultasi
Pada daerah pericardium yaitu aorta, daerah pulmonal, titik Erb, daerah trikustid dan daerah apeks dapat dideteksi secara auskultasi. Bunyi dalam pembuluh darah dimana darah mengalir selalu dihantarkan sesuai arah aliran. Misalnya, aksi katup mitral biasanya terdengar paling baik di rongga interkostal kelima pada garis midkavikularis. Tempat ini dinamakan daerah katup mitral. Bunyi yang dihasilkan dari pemeriksaan secara auskultasi antara lain:
a. Bunyi Jantung Pertama
Bunyi jantung pertama (S1) terjadi karena penutupan katup mitral dan tricuspid secara bersamaan, meskipun getaran dinding miokardium juga berperan tehadap terjadinya bunyi ini. Meskipun bias di dengarkan keseluruh prekordium, namun terdengar paling jelas pada apeks jantung (daerah mitral).
b. Bunyi Jantung Kedua
Bunyi jantung kedua (S2) dihasilkan oleh penutupan katup aorta dan pulmonalis. Meskipun kedua katup ini menutup hampir bersamaan, katup pulmonal biasanya menutup agak belakangan, maka pada keadaan tertentu kedua komponen bunyi kedua dapat terdengar terpisah (split S2). Split biasanya semakin jelas saat inspirasi dan menghilang saat ekspirasi.
c. Bunyi Jantung Ketiga
Bunyi jantung ketiga (S3) mempunyai frekuensi rendah dan dapat terjadi pada awal awal distolik, selama fase pengisian cepat siklus jantung, atau pada akhir kontraksi atrium.
d. Bunyi Jantung Keempat (S4)
Bunyi jantung keempat terkadang dapat didengar bila ventrikel membesar atau hipertrofi sehingga ada pertahanan pengisian. (2: 735-738)
G. Siklus Jantung
Ada 4 fase pada siklus jantung:
a) Fase pengisian
b) Fase kontraksi isovolumetrik
c) Fase ejeksi
d) Fase relaksasi iso volumetrik
a) Fase pengisian
Fase ini dimulai pada akhir systole, tekanan pada atrium lebih tinggi dari pada tekanan ventrikel, pada saat ini katup mitral dan katup trikuspidalis terbuka sedangkan katup aorta dan pulmonal tertutup. Pada fase ini pula terjadi pengisian yang sangat cepat disusul oleh pengisian lambat (diastasis) pada ventrikel. Aktifitas nodus SA dimulai pada pengisian lambat yang disebarkan pada otot atria, gelombang P pada EKG.
b) Fase kontraksi isovolumetrik
Pada fase ini tekanan di ventrikelmelebihi tekanan di atria, saat itu terjadi penutupan katup mitral dan trikurpidalis. Pada fase ini terjadi bunyi jantung I (S1)
c) Fase ejeksi
Fase ini dimulai pada saat tekanan ventrikel menyebabkan terbukanya katup aorta dan pulmonal terdiri dari fase ejeksi cepat dan lambat, jumlah darah yang dibawa pada fase ini 70 ml. akhir dari fase ini terjadi repolarisasi ventrikel.
Fase relaksasi isovolumetrik
Pada fase ini tekanan ventrikel menurun dengan cepat, tekanan arteri besar meningkat sehingga katup aorta dan pulmonal menutup sehingga menimbulkan bunyi jantung II (S2). Volume ventrikel tidak berubah walaupun otot ventrikel relaksasi. Fase ini berakhir bila tekanan dalam ventrikel lebih rendah dari tekanan atrium. (3)
H. Sistem sirkulasi
Sistem sirkulassi adalah sistem transport yang mengantarkan O2 dan berbagai alat yang diabsorbsi dari traktus gastrointestinal menuju kejaringan, serta mengembalikan CO2 ke paru dan hasil metabolism lain menu ke ginjal. Sistem sirkulasi juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh, dan mendistribusikan hormone serta berbagai zat lain yang mengatur fungsi sel. (4: 495).
Sistem sirkulasi dimulai dari jaringan tubuh. Darah kembali kebagian kanan jantung melalui atria kanan ke ventrikel kanan. (5: 386)
Sistem sirkulasi dapat dibagi atas:
a) Sirkulasi paru-paru. Mula-mula darah rendah oksigen kembali ke atrium kanan setelah melewati jaringan tubuh, kemudian melalui katup trikspid dan masuk kedalam ventrikel kanan, kemudia menuuju ke arteri pulmonalis, kemudian masuk ke arteri besar dan kecil masuk ke kapiler lalu masuk ke venavena kecil dan vena pulmonalis dan akhirnya kembali ke atrium kiri.
b) Sirkulasi systemic. Dimulai dari ventrikel kiri menuju ke aorta, kemudian arteri besar, arteri kecil, arteriole, kapiler, vena kecil masuk ke vena besar kemudian masuk ke vena cavasuperior dan inferior,dan akhirnya kembali ke atrium kanan. (6: 259-260)
Fungsi sirkulasi adalah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh untuk mentraspor zat makanan kejaringan tubuh, untuk mentraspor produk-produk yang tidak berguna, untuk menghantarkan hormone dari satu bagian tubuh kebagian tubuh lainnya, dan secara umum, untuk memelihara lingkungan yang sesuai didalam saluran cairanjaringan tubuh agar sel dapat bertahan hidup dan berfungsi secara optimal. (7: 167)
Pada setiap siklus jantung, perubahan tekanan darah terjadi karena antrium dan ventrikel secara bergantian berkontraksi dan relaksasi, dan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke rendah. ( 8 )
DAFTAR PUSTAKA
1. Nurmila waode..2009.tekanan darah..in http//www.wikipedia.co.id/. Last Updated 2010-07-01
2. Brunner & Suddart.2002.KeperawatanMedikalBedah.Vol.2.EGC: Jakarta
3. Robert, dkk.2003. Physiology. Edisi V. Mosby: USA
4. Ganong, William F.2003.BukuAjarFisiologiKedokteran.EGC: Jakarta
5. Copstead, lee-ellen, dkk. 2005. Pathophysiology. Edisi 3. Elsevier Saunders: USA.
6. Applegate, edith. 2002. Anatomy and Physiology. Edisi 3. Evolve: USA.
7. Guyton, Arthur C. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11, EGC: Jakarta
8. Gayul.2009.kerja jantung In http://gayul.wordpress.com.Last Updated 2010-07-01





